?

Log in

Suara Mencerminkan Karakter

Halooo~
Kembali lagi bersama Sun di sini!

Pagi hari ini, setelah sahur, :9 aku akan menuliskan beberapa hasil observasiku. Yaiyalah, observasi tingkah laku manusia yang aku lakukan itu kadang aneh-aneh, tapi nggak papa. Abaikan saja kata 'aneh'nya, aku yang mau-mauan observasi aja mungkin termasuk 'aneh'.

Oke, sekedar curcol ya, dikit aja.

Hari ini aku sebenarnya masih ada PR, tapi sayangnya aku mau nge-print gak bisa! oh my God! dan ini udah jam setengah 5 tahu nggak? Aku masuk jam 7, jadi, kira-kira sekitar 2 jam lagi lah masuknya. (udah gitu aja curcolnya, haha, maaf gak penting)

Baiklaaaah! Sesuai judulnya, kalian bisa langsung mengerti kan apa yang aku maksud?
Sebenarnya, kalo dibilang ini observasiku sendiri, atau penelititanku sendiri, itu salah. Soalnya ini datang begitu aja di benakku ketika mendengar suara dari temanku sendiri.

Biasanya, hal hal yang menentukan karakter manusia itu dari segi bentuk wajah, bentuk jari tangan, rambut, garis tangan, apa lagi? yah, semacam itulah. Tapi kali ini aku mau membahas sebuah teori. Yakni, ternyata suara dasar itu menentukan sifat atau karakteristik dari seseorang loh!

Bagaimana aku bisa mengemukakan teori seperti itu?

Dimulai dari ceritaku ya,
Suatu hari, aku punya teman. Teman SMP. Sebut saja RA. Dia seorang lelaki yang bisa dibilang cukup rajin, pinter dan suka sekali menonjolkan diri dan suka cari-cari perhatian guru. RA sekelas denganku 2 tahun, kelas 7 SMP dan kelas 8 SMP. Jadi aku tahu persislah gimana dia orangnya, bentuknya, suaranya. Aku kelas 9 memang nggak sekelas dengan dia. Sampai lulus SMP pun, jarang banget ngobrol lagi.

Oke, selanjutnya, aku masuk SMA. Kebetulan SMA yang aku masuki ini sudah berbeda provinsi, alias berbeda pulau, aku masuk ke salah satu SMA Favorite lah dan aku mendapatkan shocking budaya yang berbeda dengan daerahku. Waktu itu pada saat MOS telah di bagi perkelompok sebanyak 32 orang untuk membuat prototype MOS. Disitulah aku bertemu dengan lelaki nama inisialnya FA. Waktu aku mendengar suaranya, fine! Suaranya persis banget sama si RA temenku. Persisnya banget banget! tapi tentu aja mukanya beda.

Nah, yang lucu lagi, setelah melewati waktu MOS, aku jadi semakin yakin, bahwa tipe suara yang seperti itu ternyata suka menonjolkan diri! Serius deh. Tapi bagus untuk jadi pemimpin, mungkin. Dia pandai mengoordinasi teman-teman dan cukup aktif berperan dalam setiap kegiatan.

Dari situlah aku menyimpulkan, "wah, tipe suara gini nih yang berkarakter seperti ini,"

Well, kalian kepo ya gimana suaranya? Hahaha, sayangnya aku nggak bisa memuatnya dalam postingan ini. Maaf ya.

Terus lucunya lagi, karena aku juga kepo sama hal beginian, waktu aku googling, eh, nggak ada yang muat masalah ini! Ma-masa aku orang pertama yang menemukannya? Iya? Aamiin. Seriusan deh, semua link yang keluar itu judulnya 'membentuk karakter suara / vokal' bukan 'suara membentuk karakter manusia' eh?

Tunggu dulu, karakter suara bisa diubah? Berarti absurd dong teori-ku tentang suara membentuk karakter manusia?

Nggak gitu, salah, pada dasarnya (menurutku sih ya) suara dasar yang biasa dipake buat ngomong itulah yang menentukan karakter. Bukan pada saat menyanyi menggunakan nada. Masing-masing manusia dari alamnya sudah diciptakan kan jenis suaranya? Nah, itu tuh yang aku maksud. Masalah tentang suara yang bisa dibentuk itu, mungkin setelah dibentuk, akankan karakternya terbentuk juga? Wah, muncul lagi tuh pertanyaan baru.

Oke, untuk lebih lanjut, masalah tentang "suara menentukan karakter manusia" akan ditunda terlebih dahulu karena untuk membuktikannya aku butuh bereksperimen dan mengobservasi lagi. Yang jelas, ini akan dibahas lebih lanjut dengan kepastian hasil dari observasiku lagi. Aku ingin membuktikan bahwa yang aku katakan itu benar.

Santai~! kalian juga boleh kok observasi juga, melakukan eksperimen juga gak papa. Kalau sudah ada yang penah merasa memiliki pemikiran sama, ayo kita kaji bersama! Nanti hasilnya beritahu aku yaa~ (/  ^__^)/

Selanjutnya...~

Mungkin sekian dariku hari ini, pagi ini. Hehehe. Mau nggak mau aku masih harus sekolah meskipun lebaran tinggal menghitung jari, tapi sayangnya sekolah liburnya H-3 gitu. Yasudah, sabar saja.

Auwoooo! Baiklah, daripada mengeluh, lebih baik menyelesaikan postingannya. Maaf ya kalo postingan ini rada absurd, karena aku juga kekuarangan data, dan itu baru sebuah teori dariku, aku akan membuatnya menjadi kebenaran setelah ini. Aku juga akan mencari dalil-nya deh di Al-Qur'an. Kalau ada, aku bisa tersenyum senang. Hehehehe.

Oke kalau begitu sudahan dulu yaa~

SELAMAT PAGI DAN SEMANGAT TERUS!
SUNDAYJUNE9
My Live Journal

Pemahaman Awal

Ini postingan ke dua, cuma berjarak beberapa menit dari postingan pertama.
Judulnya Pemahaman Awal.

Benar.
Ini adalah tentang apa yang akan kubahas di sini, HUMAN OBSERVATION, aku akan memberikan definisi terhadapnya. Dari yang paling mudah untuk awalan.
Sebelumnya aku meminta maaf kalau postingan ini mengganggu, sok seenaknya, atau seperti itulah, jujur aku minta maaf. Aku cuma anak SMA yang hobi beginian, tidak ada maksud menentang atau semacamnya.

Sekali lagi; ini cuma observasi dari seorang anak SMA berumur 16 tahun yang terobsesi.
Yang membaca postingan ini, misalpun anda adalah seorang psikolog atau guru BK atau semacamnya yang juga sering mengalami dan tahu akan keadaan ini, ya, fine, nggak papa. Aku cuma anak SMA loh. Tolong jangan di BASH yaaa~

Oke. Mulai saja.
Begini. Dari yang paling mudah di pahami.

Manusia. Manusia dikaruniai perasaan dan akal. Berbeda dengan makhluk ciptaan-Nya yang lain. Yang akan kubahas di sini adalah mengenai hal yang mungkin dilakukan manusia dengan perasaannya. Perasaan manusia, mungkin bisa dikategorikan banyak sekali, dari sedih, senang, benci, suka, khawatir, marah, kesal, jijik, malu, dan sebagaimacamnya. Dari masing-masing perasaan tersebut, timbulah sebuah kebiasaan, kebiasaan yang akan dilakukan dengan perasaan itu (menurutku sih begitu).

Misalnya saja,
Kamu punya adik nih. Kamu itu dengan bersusah payah menunggu jam 6 sore untuk memakan kue yang sengaja kamu dinginkan di kulkas. eeeeh, ternyata pas kamu lihat, di kulkas kuenya nggak ada! Kamu marah. Kamu yakin adik kamu pasti yang mengambilnya, siapa lagi kalo bukan dia?
Kamu dengan marah dan kesal mendatangi adikmu yang masih di kamar, bermain mobil-mobilan. Kamu datang dan membentaknya. Tapi adikmu mengelak! dia bilang dia tidak memakannya.
Kemudian apa? Kamu yang dahulu memiliki kejadian serupa, dan benar ternyata adikmu yang memakan, memunculkan ekspetasi cepat untuk menuduh adikmu yang memakannya sekarang. Apapun yang ia katakan kamu tidak percaya (ini bagi sebagian manusia), kamu tetap memarahinya dengan kesal.
Tapi ternyata, ibumu datang! Ibumu datang dan melihatmu memarahi adikmu. Dia bertanya padamu, kenapa kamu marah-marah, tentu saja kamu akan menjawabnya (bagi yang tidak memiliki masalah dengan ibu) dan mengatakan bahwa adikmu telah memakan kue milikmu.
Ibumu lalu tertawa. Lalu tersenyum sambil dengan wajah cemas. Ternyata kue itu dibuang oleh ibu karena sudah berjamur! oh! bagaimana perasaanmu mengetahuinya? Kuenya berjamur! Masih untung ibu membuangnya, kalau tidak, kau pasti sudah menelannya 'kan?

Nah!
Disaat itulah kamu merasa ada perasaan mereda dan ganjil di hatimu. Itu rasa malu bercampur kesal. Kamu sudah menyalahkan adikmu, dan ternyata itu tidak benar. Kamu sudah memarahinya loh! Bagaimana perasaan adikmu? Tentu saja bahagia dan bangga. Dia senang bisa membuktikan padamu bahwa dia tidak bersalah.

Okeee~ apa yang bisa kita ketahui dari cerita di atas?
Singkatnya, cerita diatas menggambarkan bagaimana manusia bergantung kepada pride-nya, tapi itu untuk beberapa manusia sih. Mereka merasa malu dan kesal setelah mengetahui fakta yang diduganya benar ternyata salah! Memang begitulah manusia.

"Halah, gitu juga mah aku tahu!" oh ya?
sudah kubilang itu hanya pemahaman untuk selanjutnya. Awal loh. Awal. masih ada sejuta sifat dan kebiasaan manusia di dunia ini. Setelahnya, kau bisa melakukan observasi lain. Misalnya saja, kau mendapati kasus yang sama, (tapi ini jahat sih sebenarnya) dan di saat itu kau menjadi sang adik! Kau sangat tidak suka pada kakakmu (ini nggak boleh loh ya) dan kau tahu apa yang bisa kau lakukan untuk meluapkan perasaan kesalmu pada kakakmu? TERSENYUMLAH. Tersenyum menang! Sambil berkata, "tuh kan, makanya jangan nuduh sembarangan!" dengan nada sedikit sombong, kau tahu apa yang akan terjadi? Kakakmu akan semakin kesal padamu. Hahaha. Tapi itu bagi sang kakak ber-pride tinggi loh. Kalau kakakmu baik hati, dia pasti akan tersenyum kepadamu dan meminta maaf.

Menyenangkan ya! Dari satu cabang bisa bercabang ke lainnya. Bayangkan Flowchart dengan perasaan manusia. Wah, menyenangkan sekali. Bisa membuat program dengan perasaan dong, hahahaha. Bercanda.

Oke, lalu apa yang bisa kau dapatkan dari mempelajarinya?

Kalau kau sudah tahu jalan pikiran dengan sifatnya, mudah bagimu untuk memprediksi apa yang akan dia lakukan. Benefit? iyalah, semua orang menginginkan keuntungan. Kau bisa mengambil keuntungan darinya. Misalnya, dengan mempelajari sifat bossmu, kau bisa membuat dia senang dan menaikkan jabatan karirmu.

Ada keuntungan, tentu ada kerugian. Mereka yang menggunakan cara ini untuk menjatuhkan orang lain.
AKU TIDAK MENGANJURKANNYA!!!

Baiklah, cukup di situ dulu, nanti di lain waktu aku akan membahas tentang kebiasaan manusia pada umumnya dan kebiasaan manusia pada khususnya (?)


SEKIAN DARIKU, SALAM!!
SUNDAYJUNE9
My Live Journal

My Journal Starts Here

Jurnal ini akan mulai kutulis, mungkin 3 hari sekali atau, sehari sekali atau seminggu sekali dan paling lama mungkin sebulan sekali.

ini jurnal apasih?
judulnya saja 'jurnal' pasti isinya tentang tulisan mengenai keseharian atau suatu kejadian, benar?
oh, salah ya? cari deh di KBBI arti jurnal, haha

Perkenalan aja deh,
namaku SundayJune9, fine, aku tahu itu bukan nama asliku, tapi tidak apa-apa.
AKU MANUSIA jadi wajar aku sedikit takut dengan keberadaan jurnal ini dan kesinambungannya dengan dunia nyataku.
Well, aku memang akan membahas dunia nyata di sini, tapi, ada kalanya aku merasa ada mata dibelakangku yang terus mengawasiku, mata manusia, bukan Tuhan. Mereka terkadang menatapku dengan sinis jika menuliskan apa yang seharusnya tidak kutuliskan.

Tidak apa.

Aku akan menyembunyikan identitasku di sini. Coward? Mungkin.
Mengesalkan? Jelas.
Kalian tidak suka jurnal ini, abaikan saja.

Aku menulis jurnal ini untuk kepuasan hati sendiri kok. Bersyukur kalau ada yang membaca dan menemaniku.
Akhirnya dapat teman. hahaha. meskipun ini dunia maya.

Oh iya, di samping ingin menggapai cita-cita utamaku sebagai ** aku juga ingin menjadi informan. Kau tahu Izaya? Ya, informan super mengesalkan dalam sebuah film, bukan, anime, Durarara. Aku ingin menjadi seperti dirinya, dan aku sukses meneliti beberapa kebiasaan manusia.

Beberapa diantaranya akan aku posting.
Observasiku terhadap manusia juga akan terus aku posting di sini. Human Behavior loh.
Eh!
tapi aku tidak mau jadi psikolog! Aku cuma suka melihat tingkah laku manusia, terutama yang nggak bisa di tebak. Sebenarnya besok aku ada Pekerjaan Rumah. Tapi malam ini aku memutuskan untuk memulai jurnal ini.

Oke, seperti yang kalian ketahui, nama ini bukan nama asli, SundayJune9, itulah hari dan tanggal aku lahir. Kalian boleh panggil aku Sunday, Sun juga tidak apa-apa deh. terserah (aduh pede banget sih ada yang mau baca).

Aku oke, anak perempuan berumur 16 tahun sekarang. Sekolah di sebuah Sekolah Menengah Atas. Aku punya kebiasaan untuk terlarut dalam hal yang aku sukai. Aku suka sekali dengan yang namanya Coklat, makanan loh, makanan! Bukan warna. hahaha

Sekian saja. Mungkin aku akan menguak jati diri sendiri di lain waktu. hahahaha.
Tunggu aja tanggal mainnya, :D


SALAM!
SUNDAYJUNE9

Tags:

My Live Journal

Profile

sundayjune9
SundayJune9

Latest Month

August 2012
S M T W T F S
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 

Syndicate

RSS Atom
Powered by LiveJournal.com
Designed by Lilia Ahner